Jarum panjang di jam tanganku menunjukkan pukul 07.15 wib. Hari yang lain dari biasanya aku bangun. Maklum, buat kalong biasanya enak bangun jam 10 teng..:)
Tapi hari ini bukan bangun pagi yang harus disalahkan. Tapi resah, gelisah yang didapat di pagi hari. Saat memacu motor di jalan raya, kok rasanya sedang berada di arena sirkuit Sepang ya…
Semua motor dan mobil seperti tidak punya rem. Atau memang sudah tidak pasang kanvas remnya. Gila, saling salip terjadi….cit cat ciiiittt, brukkk, ada sebuah motor masuk lubang dan hampir oleng menghantam trotoar.
Tapi sepertinya sang pengemudi sudah lihai…secepat kilat bantingan setirnya mengembalikan posisi motor dalam keadaan stabil
Hebat!!!
Yah…buat orang yang sering jalan keluar jam 11 siang, rasanya ini pengalaman pertama. Aneh bin ajaib, gerakan orang Bandung semakin beringas.
Kesan itu bertambah nyata saat di lampu merah. Jelas-jelas indikator lampu masih merah, tapi klakson bunyi dimana-mana. Saya kira mereka sedang tes volume klaksonnya. Ternyata mereka ingin berada paling depan. Kalau bisa melewati garis zebra cross…
“jiancuk..asu…kampret,” umpatku
orang yang aku umpat malah memasang wajah lempeng dan memaksakan motornya maju lebih depan.
apa yang mesti aku lakukan? sayang terlalu dini menghajar orang seperti itu.
Sesaat indikator menjadi kuning. raungan gas bertambah keras dan deru klakson menjadi-jadi. Bah…macam sedang mau beradu speed di sirkuit.
Saat hijau, semuanya menarik gas dan berlomba bak The Doctor. Wuihh pemandangan yang amat dasyat saat itu.
Jadi apa sih manusia di jalan ini? kalau sudah kecelakaan pasti sakit.
betul saja, malam hari saat mengerjakan tulisan di kantor terdengar suara tumbukan teramat keras. Ditambah gesekan ban yang amat memekkkan telinga. Seseorang dihajar oleh Seseorang lain. Motor dihajar mobil di perempatan.
Kok Bisa? Yah sangat bisa, karena si pengendara mengakui dia hendak menerabas indikator merah di perempatan…upss siapa yang salah?
Orang gila pun bisa menjawab, sang motorlah yang salah…
Begitulah sang pembalap di trek umum. RSHS Jadi lokasi pemberiaan hadiah
Februari 13, 2009 at 3:10 pm
Hidup tak melulu tentang fakta. Gum, adalah sebuah pengecualian karena mencari hidup dengan “mimpi”. Mimpi yang sengaja dia ciptakan sendiri.
OK banget, Kang!
Juli 17, 2009 at 4:31 am
perlu direnungin nih…